Wujudkan Generasi Emas, SMA Plus PGRI Cibinong Bangun Budaya Positif Lewat MPLS Ramah 2025
Cibinong, PezatNews —SMA Plus PGRI Cibinong menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2025 yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem sekolah yang aman, inklusif, dan berkarakter sejak awal masuk sekolah.
pelaksanaan MPLS tidak boleh lagi mengandung praktik kekerasan ataupun perpeloncoan yang kerap ditemukan di masa lalu. Menurutnya, MPLS seharusnya menjadi ruang pembentukan budaya positif serta ajang awal siswa mengenal nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi MPLS Ramah 2025 yang dicanangkan Menteri Pendidikan. Ini adalah bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, membangun karakter, dan bebas dari perundungan,” ujarnya, Kemarin.
Ia menambahkan, tagline MPLS Ramah merupakan pengingat sekaligus pedoman bagi seluruh satuan pendidikan agar kegiatan pengenalan sekolah dilakukan secara humanis, edukatif, dan penuh empati. Dengan pelaksanaan yang konsisten, ekosistem pendidikan yang sehat dan bebas dari intimidasi diyakini dapat terwujud.
MPLS sebagai Fondasi Karakter
SMA Plus PGRI Cibinong sendiri mengimplementasikan MPLS Ramah melalui berbagai program yang dirancang secara tematik dan menyeluruh. Kegiatan berlangsung selama sembilan hari, dengan rincian enam hari secara luring dan tiga hari secara daring.
Tak hanya pembekalan kognitif, siswa juga diajak terlibat dalam kegiatan sosial dan penguatan karakter melalui bakti sosial dan outbound. Menurut Iwan, seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkuat jati diri peserta didik sebagai pelajar Pancasila yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21.
“Kami mengedepankan nilai kebersamaan, penghargaan terhadap keberagaman, dan penguatan karakter nasional yang cerdas dan bertakwa. Itu bagian dari visi sekolah kami,” ujar Iwan.
Adaptif dengan Teknologi
Salah satu inovasi yang diusung sekolah dalam MPLS tahun ini adalah penyelenggaraan Virtual Coordinator Training (VCT), yakni kegiatan pengenalan sekolah yang dilakukan secara daring. Selama tiga hari, para siswa dikelompokkan untuk menyusun presentasi dan mengelola ruang pertemuan virtual secara mandiri, mulai dari menjadi host, moderator, hingga menyusun absensi.Menuju Generasi Indonesia Emas
Beliau berharap, pelaksanaan MPLS Ramah 2025 dapat menjadi pijakan awal bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
“MPLS bukan sekadar formalitas awal tahun. Ini adalah fase penting membentuk keterhubungan sosial yang positif dan nilai-nilai kehidupan yang akan melekat sepanjang perjalanan pendidikan siswa,” tuturnya.
Hal yang sama dirasakan oleh para siswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu peserta MPLS, Dwiky Ramadhani, siswa baru dari SMPN 12 Depok, menyampaikan kesan positifnya terhadap pelaksanaan MPLS tahun ini.
Ia juga menambahkan bahwa suasana selama MPLS membuatnya cepat beradaptasi. “Sekarang saya sudah mulai akrab sama teman-teman baru, dan rasanya udah nyaman banget sama lingkungan sekolah. Jadi nggak terasa seperti anak baru lagi,” ujarnya
Sementara itu, Raina Vania Alfaizah, siswi asal SMPN 12 Depok, mengungkapkan bahwa kegiatan yang paling berkesan baginya selama MPLS adalah saat penampilan StudentDay dan perkenalan
organisasi di sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa MPLS yang dijalani terasa ramah dan menyenangkan. “MPLS-nya nggak bikin tegang, malah bikin betah. Kakak-kakaknya ramah dan ngajak kita aktif, jadi kita juga nggak takut buat kenalan atau ngomong,” pungkasnya. (Andika Adam Kurniawan/Leilani Dara Janitra/Studentday Jurnalistik)(Dokumtasi MPLS : Seisya Mudita/Studentday Jurnalistik)








Komentar
Posting Komentar