Antusiasme Siswa Warnai Persiapan dan Pelaksanaan English Monthly Competition di SMA Plus PGRI Cibinong
Cibinong, PezatNews— SMA Plus PGRI Cibinong kembali menggelar English Monthly Competition, ajang pengembangan kemampuan berbahasa Inggris yang setiap tahun dinanti siswa. Persiapan kompetisi dimulai dengan pelaksanaan technical meeting pada Kamis (14/8), yang diikuti 116 peserta dari kelas X, XI, dan XII.
Tiodora Sabarina, M.Pd.Gr., pembimbing sekaligus juri, menjelaskan bahwa penilaian akan berfokus pada ketepatan pelafalan (pronunciation), kemeriahan kostum, serta penggunaan properti. “Kami memberi timing yang sengaja dibuat mepet agar dapat melihat kemampuan penghafalan peserta,” ujarnya.
Bagi sebagian peserta, waktu persiapan yang singkat menjadi tantangan tersendiri. Naeyla Asyifa Anjani, siswa kelas XI R9, mengaku sempat kaget dengan durasi persiapan yang terbatas. “Kita harus memilih satu cerita dari daftar panitia, dan ceritanya panjang-panjang. Agak chaos,” tuturnya, Jumat (15/8).
Muhammad Rizqon Jadidan dari XI R5 menambahkan bahwa persaingan semakin ketat karena peserta dari kelas XI dan XII sudah memiliki pengalaman dalam lomba sebelumnya. “Saingannya berat. Kakak kelas sudah kebayang sistem penilaiannya,” katanya.
Meski tidak memengaruhi nilai mata pelajaran Bahasa Inggris, para peserta tetap menunjukkan tekad kuat menampilkan yang terbaik, mengingat kompetisi ini menyediakan medali, sertifikat, dan bentuk apresiasi lainnya.
Kompetisi Storytelling Berlangsung Meriah
Puncak kegiatan English Monthly Competition kategori storytelling digelar pada Kamis (21/8). Suasana aula sekolah berubah semarak dengan kehadiran peserta yang tampil dalam kostum beragam dan properti yang dipersiapkan secara serius.
Tiodora Sabarina mengapresiasi persiapan peserta yang dinilai matang meski waktu latihan hanya seminggu. “Saya senang melihat antusiasme anak-anak. Dalam waktu singkat, mereka bisa mempersiapkan penampilan yang sangat baik,” katanya.
Indira Giri Dwi Prameswari, S.Pd., salah satu juri, menjelaskan bahwa sistem penilaian mempertimbangkan aspek kostum, pelafalan, hingga kreativitas penggunaan properti. “Semua elemen itu penting untuk mendukung penyampaian cerita,” ujarnya, Jumat (22/8).
Bagi peserta, kompetisi ini menjadi pengalaman penuh tekanan sekaligus menyenangkan. Hervina Ghaniyah Salsabila dari XI R4 mengakui suasana lomba membuatnya gugup. “Nervous banget! Soalnya semua peserta persiapannya maksimal. Tapi kita juga senang nonton penampilan dari kelas lain,” tuturnya.
Namun tidak sedikit peserta yang menilai waktu latihan kurang memadai. Siti Asqhia Al Islan, juga dari XI R4, berharap durasi persiapan dapat diperpanjang di tahun berikutnya. “Latihannya kurang efisien karena penghafalan cuma seminggu,” katanya.
Meski demikian, kompetisi berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari siswa lain yang turut menyaksikan. Tema cerita yang dibawakan pun beragam, mulai dari Jaka Tarub dan Nawang Wulan, Little Red Riding Hood, Lutung Kasarung, Pinocchio, hingga The Legend of Lake Toba.
Pengumuman pemenang dijadwalkan pada Senin, 25 Agustus 2025. Pihak sekolah menilai pelaksanaan English Monthly Competition tahun ini berlangsung sukses dengan kehadiran seluruh peserta dan keterlibatan aktif seluruh kelas.
(Tim Liputan: Dara, Fanny, Fillia, Aiko, Dorinda. Penulisan Berita: Dara)


Komentar
Posting Komentar