Atasi Keterlambatan Siswa di Hari Senin, SMA Plus PGRI Cibinong Perketat Disiplin Waktu
Cibinong, PezatNews — Keterlambatan siswa kelas XI pada saat upacara bendera hari Senin kembali menjadi sorotan di SMA Plus PGRI Cibinong. Fenomena yang terjadi pada Senin (23/8) itu bukan hanya melibatkan satu atau dua siswa, melainkan jumlah yang cukup banyak sehingga menjadi perhatian serius pihak sekolah.
Sekolah menetapkan jam masuk pada pukul 07.15 WIB sebagai standar kedisiplinan. Namun, berdasarkan hasil pengamatan, berbagai faktor menjadi penyebab keterlambatan siswa. Mulai dari kesiangan akibat kurang tidur, kemacetan lalu lintas, cuaca buruk, hingga kurang efektifnya manajemen waktu saat mempersiapkan diri di pagi hari. Faktor-faktor tersebut membuat sejumlah siswa tidak dapat mengikuti upacara tepat waktu.
Keterlambatan tidak hanya tercatat pada absensi, tetapi turut mengganggu proses belajar mengajar. Siswa yang datang lewat waktu acap kali melewatkan penjelasan awal guru yang biasanya berisi rangkuman materi serta instruksi pembelajaran. Kondisi ini dinilai dapat menurunkan efektivitas pemahaman siswa terhadap materi.
Guru Bimbingan Konseling, Geane Siskae Yuanova, menyebut bahwa hari Senin memang kerap menjadi hari dengan tingkat keterlambatan tertinggi. “Kalau dilihat dari hari Senin, kenapa suka telat itu karena hari Minggunya banyak yang menghabiskan waktu untuk acara keluarga atau bermain sampai larut malam. Akhirnya kualitas tidur berkurang dan semangat di hari Senin pun ikut menurun,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas XI Unggulan 5, Al Fattan Wahidasyah, menilai pengaturan waktu keberangkatan dapat menjadi solusi praktis. “Menurut saya, biar tidak terlambat lagi, mungkin kita bisa meminimalisir keterlambatan dengan berangkat lebih cepat. Misalnya, kalau biasanya jam 06.00 baru berangkat, bisa dimajukan menjadi 05.30 supaya sampai sekolah sekitar jam 06.00. Selain itu, kita juga bisa mencari jalur alternatif agar perjalanan lebih cepat,” tuturnya.
Pihak sekolah menekankan pentingnya kesadaran siswa dalam mengatur pola istirahat dan aktivitas menjelang hari sekolah. Dengan manajemen waktu yang lebih baik, sekolah berharap angka keterlambatan dapat ditekan sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan lebih optimal serta budaya disiplin waktu semakin mengakar.
(Tim Liputan: Aqeel Rizs Fazle, Arie Aditya, Dzaki Alqillah Chendra, Muhammad Dhafin Alfian, Muhammad Fajar Gemilang)
Komentar
Posting Komentar