Gelar English Speech Usai Apel Sore, Siswa SMA Plus PGRI Cibinong Unjuk Kemampuan Bahasa Inggris

Cibinong, PezatNews — SMA Plus PGRI Cibinong kembali menggelar kegiatan English Speech pada Sabtu sore (20/9) setelah apel. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari berbagai kelas dan menjadi ajang bagi mereka untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris.

 

Guru Bahasa Inggris SMA Plus PGRI Cibinong, Chafida Torenia Wibowo, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membiasakan siswa tampil menggunakan bahasa Inggris di hadapan banyak orang. “Siswa dipilih secara bergilir untuk berpidato. Namun, bagi yang merasa siap, mereka boleh mengajukan diri. Sebelum tampil di apel sore, mereka berlatih terlebih dahulu melalui presentasi di kelas,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan poin tambahan jika berani tampil. “Harapannya, siswa mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus membangun rasa percaya diri,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa English Speech merupakan program penting untuk membangun kepercayaan diri siswa sekaligus membiasakan mereka berbahasa Inggris. “Saya berharap lulusan SMA Plus PGRI Cibinong dapat menguasai bahasa Inggris dengan baik. Apa pun jurusan kuliahnya nanti, bahasa Inggris dan IT adalah senjatanya,” tuturnya.

Sebagai agenda rutin sekolah, English Speech diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk terus mengasah kemampuan berbahasa, sehingga siap berkompetisi di dunia yang semakin global.

Salah satu peserta pidato, Luigi Nafii Ibrahim dari kelas X U4, menceritakan proses persiapannya. Ia memulai dengan menentukan topik, menyusun naskah, lalu membacanya berulang-ulang agar lancar saat tampil. “Karena bahasa adalah alat komunikasi, dan bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, penting bagi kita untuk mempelajari bahasa Inggris agar bisa berinteraksi dengan orang yang tidak berbahasa Indonesia,” katanya.

Luigi mengakui sempat gugup sebelum tampil. “Saya takut, berkeringat, dan jantung berdebar. Tapi setelah selesai, rasanya lega,” ujarnya. Ia menilai setiap siswa memiliki tantangan masing-masing, dan bagi dirinya, pengucapan bahasa Inggris serta konsistensi latihan menjadi hambatan terbesar. (Aidhaswara)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tampilkan Hasil Karya Terbaik Kader Bangsa, SMA Plus PGRI Cibinong Gelar Studentday Expo 2024

Expo Mini 2023 Jadi Ajang Pamer Bakat dan Keterampilan Siswa SMA Plus PGRI cibinong