Knowledge Sharing: Siswa Kopasus IT SMA Plus PGRI Cibinong Hadirkan Solusi Digital Era Society 5.0

Cibinong, PezatNews – Dalam era Society 5.0, SMA Plus PGRI Cibinong hadirkan kegiatan Knowledge Sharing Kopasus IT yang menjadi ajang untuk karya inovatif para siswa dari tiga divisi, yaitu Rekaya Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Multimedia, Selasa (26/8).

Divisi Multimedia mengusung karya berupa pembuatan preset Adobe Lightroom yang dipasarkan melalui platform Sociabuzz. Pembina Multimedia, Naufal Aqil Rifqi Pradana, menjelaskan latar belakang pemilihan preset sebagai inovasi digital tahun ini. Menurutnya, perkembangan tren digital membuka peluang baru bagi pelajar. “Karena di era society 5.0 ini, anak-anak itu banyak yang berjualan, apalagi banyak juga yang affiliate. Maka dari itu anak-anak ini punya keresahan, di mana mereka ingin bisa memiliki uang tambahan walaupun mereka masih pelajar,” jelasnya.

Preset dipilih karena sesuai dengan kemampuan dasar siswa dalam fotografi dan kebutuhan pasar yang saat ini menginginkan visual yang menarik. Aqil menekankan bahwa penggunaan preset mempermudah proses penyuntingan foto. Namun, Aqil juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar bagi siswa adalah mementukan white balance yang tepat untuk beragam kondisi pencahayaan. Ia menutup dengan menyampaikan bahwa Knowledge Sharing diadakan dua kali setahun, dan inovasi Multimedia ke depan diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan era digital.


Dari divisi RPL, siswa kelas XII Reguler 1 Putri Alisa Febrianti menjelaskan karya timnya berupa aplikasi interaktif kata bantu bilangan Liangchi dalam bahasa Mandarin dengan memanfaatkan objek 3D berbasis Unity Engine. Putri menerangkan bahwa aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pemula mempelajari bahasa Mandarin secara menyenangkan. “Aplikasi ini dibangun untuk orang-orang yang mau belajar atau tertarik sama bahasa Mandarin. Konsepnya punya tiga mode utama, mode materi, mode latihan, dan mode game trick and drop,” jelas Putri.

Pada mode materi, pengguna mempelajari dasar kata bantu bilangan yang jumlahnya mencapai ratusan. Setelah itu, pengguna dapat masuk ke mode latihan yang memungkinkan interaksi dengan objek 3D. Terakhir, mode game memberikan pengalaman belajar sambil menguji kemampuan. “Di mode games trick and drop ini mereka bisa mengetahui kemampuan belajar mereka sampai mana sambil mengumpulkan skor. Jadi fun, nggak bikin orang ngerasa ‘bahasa Mandarin tuh susah banget,’” terangnya lebih lanjut. Putri juga menjelaskan alasan memilih Unity Engine sebagai perangkat pengembang aplikasi. “Unity Engine itu sangat amat membantu. Bisa membuat aplikasi interaktif, terutama aplikasi pembelajaran. Banyak banget aplikasi interaktif yang dibuat dari Unity,” jelasnya.

Dari divisi TKJ, siswa kelas XI Unggulan 4 Tristan Ainun Arsla menyampaikan inovasi sistem monitoring kualitas air menggunakan ESP32, sensor DS18B20, sensor Turbidity, dan sensor TDS. Proyek ini ditujukan untuk memantau kondisi air kolam ikan secara otomatis. Tristan menjelaskan konsep dasar pengembangan sistem tersebut. “Perkembangan kolam ikan berbasis IoT itu mengikuti perkembangan teknologi. IoT itu artinya Imternet of Things, jadi internet yang memiliki ‘pemikiran’ utuk memonitoring ikan tersebut,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Tristan menjelaskan pemilihan perangkat dilakukan berdasarkan kebutuhan monitoring real-time dan kemudahan integrasi. “Kita menggunakan ESP32 karena ada WiFi-nya, jadi memudahkan sensor-sensor lain agar bisa dimonitoring. Kita lihat juga apa yang belum dibuat di sekitar kita, ternyata monitoring ikan ini masih jarang,” tambahnya. Namun, tantangan terbesar muncul pada faktor keamanan perangkat yang bisa saja korslet apabila terkena air. Meski begitu, Tristan menyampaikan rasa bangga atas hasil kerja timnya.

 

Melalui kegiatan Knowledge Sharing ini, siswa Kopasus IT SMA Plus PGRI Cibinong menunjukkan kemampuan mereka dalam kebutuhan era Society 5.0. Mulai dari inovasi digital dalam fotografi, aplikasi pembelajaran interaktif, hingga pengembangan teknologi IoT, seluruh karya yang ditampilkan mencerminkan kesiapan siswa menghadapi tantangan teknologi masa depan. Acara ini diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan solusi digital yang bermanfaat bagi sekolah maupun masyarakat.



(Liputan: Debora/Silvina)

(Dokumentasi: Faiza)

(Transkrip: Viariza)

(Penulisan berita: Debora)









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tampilkan Hasil Karya Terbaik Kader Bangsa, SMA Plus PGRI Cibinong Gelar Studentday Expo 2024

Expo Mini 2023 Jadi Ajang Pamer Bakat dan Keterampilan Siswa SMA Plus PGRI cibinong