Persiapan KTI 2025 Dimulai, SMA Plus PGRI Cibinong Mantapkan Langkah Pembinaan Riset Siswa
Cibinong, PezatNews — SMA Plus PGRI Cibinong resmi membuka rangkaian persiapan Karya Tulis Ilmiah (KTI) 2025 dengan menggelar workshop awal bagi para guru pembimbing pada Jumat (8/8). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses pendampingan riset yang menjadi agenda tahunan sekolah.
Sri Hayati, M.Pd, guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing KTI 2025, menyampaikan bahwa pola pelaksanaan KTI tahun ini tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, tahapan program telah tersusun jelas sejak awal. “Tidak ada perbedaan signifikan. Sejak awal program ini sudah punya alur yang terstruktur. Workshop untuk guru akan digelar, dan tema KTI akan dibahas lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas KTI siswa akan mulai tampak seiring berjalannya proses bimbingan hingga tahap sidang. Proses tersebut, menurut Sri, berperan penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis siswa.
Hal senada disampaikan Ketua Tim Pelaksana KTI Bidang Bahasa Indonesia 2025, Ai Warni, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa aturan penulisan dan penilaian KTI tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni mencakup kualitas naskah serta kemampuan presentasi. Namun, ia menyoroti beberapa kendala yang kerap dihadapi siswa, terutama dalam hal penyimpanan data. “Banyak siswa yang tidak mencadangkan file mereka di drive atau media lain. Menjelang sidang, file hilang dan itu jadi masalah,” tuturnya.
Manajemen waktu juga menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian siswa. “Mereka baru bergerak saat mendekati sidang, sistem kebut semalam. Padahal kalau mengikuti aturan dan target sejak awal, KTI bisa selesai tepat waktu,” tambahnya.
Meski workshop tahap awal hanya diikuti para guru, siswa kelas XI sudah mulai menata langkah persiapan. Fadlan Dirga Nusa, siswa XI Reguler 2, mengaku tengah fokus mencari ide yang relevan. “Masih tahap awal, jadi saya lagi mencari ide dan referensi. Diskusi dengan teman dan guru juga membantu supaya KTI saya punya nilai lebih,” katanya.
Berbeda dengan Fadlan, Alfareza Qaissa Hermawan dari XI Pioneer 4 memilih memulai persiapan dengan menyusun jadwal pribadi. Baginya, pengaturan waktu menjadi kunci kelancaran proses penulisan. “Saya sudah mulai bikin timeline dan langkah-langkahnya supaya tidak panik menjelang deadline. Temanya belum final, tapi saya ingin mengambil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
![]() |
KTI telah menjadi wadah penting bagi siswa SMA Plus PGRI Cibinong untuk berlatih riset, analisis, dan presentasi. Tahun ini, sekolah berharap penyusunan KTI tidak hanya menghasilkan karya yang memenuhi standar penilaian, tetapi juga memberikan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan penuh dari para guru pembimbing, sekolah optimistis bahwa KTI 2025 akan menghadirkan karya-karya ilmiah yang lebih berkualitas dan relevan.
(Liputan: Adam/Pasha/Rakha/Danis/Obama)



Komentar
Posting Komentar