SMA Plus PGRI Cibinong Luncurkan Kantin Digital, Transaksi Nontunai Kini Jadi Rutinitas Baru

Cibinong, PezatNews— SMA Plus PGRI Cibinong resmi mengimplementasikan sistem Kartu Kantin Digital sebagai metode pembayaran nontunai di seluruh kantin sekolah. Program yang mulai diberlakukan pada Jumat (15/8) ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menghadirkan inovasi teknologi sekaligus meningkatkan efisiensi layanan bagi siswa maupun tenaga pendidik. 

Peluncuran sistem tersebut disahkan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Harian SMA Plus PGRI Cibinong, Dr. H. Basyarudin Thayyib, M.Pd. Kehadiran kantin digital ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem transaksi yang lebih cepat, aman, dan transparan di lingkungan sekolah.

Dengan sistem pembayaran baru ini, siswa tidak lagi perlu membawa uang tunai. Setiap transaksi dilakukan melalui kartu khusus berisi saldo pribadi. Pengguna cukup menempelkan kartu pada mesin pemindai atau tablet yang tersedia di masing-masing stan makanan. Proses pembayaran berlangsung dalam hitungan detik sehingga mampu mengurangi panjangnya antrean saat jam istirahat.

Selain praktis, penggunaan kantin digital memberikan manfaat dari sisi keamanan dan kesehatan. Risiko kehilangan uang tunai dapat diminimalisir, sementara kontak fisik saat transaksi dapat dikurangi—sejalan dengan pola hidup higienis yang terus digencarkan sekolah.

Nurjulaika Bilqis Wijaya, siswi Kopasus IT divisi RPL yang terlibat dalam persiapan teknis, menjelaskan peranannya dalam proses implementasi. “Saya membantu menyetting tablet yang digunakan di setiap kantin serta menyusun kartu-kartu kantin digital,” ujarnya, Sabtu (16/8). Ia menuturkan bahwa sistem tersebut dirancang agar mudah digunakan. “Siswa memilih menu lewat tablet, lalu melakukan pembayaran cukup dengan tap kartu.” 

Dari pihak administrasi sekolah, apresiasi diberikan terhadap efektivitas sistem baru ini. Amir Rahmat, staf Tata Usaha SMA Plus PGRI Cibinong, menilai program tersebut membawa banyak manfaat. “Transaksi jadi lebih mudah, risiko kehilangan berkurang, dan pengelolaan keuangan lebih transparan,” katanya.

Para siswa pun menyambut baik inovasi tersebut. Fri Amar dari kelas XI U4 menyebut kehadiran kantin digital membuat transaksi lebih teratur. Sementara Azmi Sukma, siswa XI R5, menilai sistem ini meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi.

Tidak hanya pengguna, pengelola kantin pun merasakan dampak positif. Ibu Murnilasari, salah satu pedagang kantin, mengaku proses pembayaran menjadi lebih cepat dan efisien. “Nggak perlu ribet nyari kembalian. Semua transaksi langsung terdeteksi, jadi lebih gampang ngecek penjualan,” tuturnya. Meski demikian, ia mengakui adanya beberapa tantangan. “Kalau mesinnya error atau anak-anak lupa isi saldo, itu jadi hambatan. Awal-awal juga sempat bingung, harus belajar dulu biar lancar,” katanya. 

Dengan peluncuran kantin digital ini, SMA Plus PGRI Cibinong menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan budaya sekolah yang modern, praktis, dan akuntabel. Langkah tersebut sekaligus menegaskan peran teknologi sebagai bagian penting dari ekosistem pembelajaran dan kehidupan sekolah.

 

(Tim Liputan: Arie/Dzaki/Aqeel/Fajar/Dhafin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tampilkan Hasil Karya Terbaik Kader Bangsa, SMA Plus PGRI Cibinong Gelar Studentday Expo 2024

Expo Mini 2023 Jadi Ajang Pamer Bakat dan Keterampilan Siswa SMA Plus PGRI cibinong