Ujian Tengah Semester Berbasis CBT di SMA Plus PGRI Cibinong Berjalan Lebih Efektif, Meski Dihantui Kendala Teknis
Cibinong, PezatNews — SMA Plus PGRI Cibinong kembali melaksanakan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) dengan sistem Computer Based Test (CBT), Jumat (20/9). Penggunaan sistem digital ini dinilai sebagai langkah adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan siswa masa kini yang telah terbiasa dengan perangkat digital.
Kepala SMA Plus PGRI Cibinong, Dr. Agus Rohiman, M.Pd. menjelaskan bahwa CBT dipilih bukan sekadar mengikuti tren, tetapi
sebagai bentuk persiapan menghadapi tantangan pendidikan modern.
“Saat ini siswa adalah generasi digital native. Ujian
berbasis komputer jauh lebih relevan dibandingkan ujian berbasis kertas. Dunia
pendidikan harus menyesuaikan diri,” ujarnya.
Tantangan di Balik Pelaksanaan CBT
Meski dinilai lebih efektif, penggunaan CBT tidak
lepas dari beberapa kendala. Jaringan internet yang belum sepenuhnya stabil
menjadi masalah yang kerap muncul. Selain itu, potensi pemadaman listrik
mendadak juga menjadi kekhawatiran tersendiri.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah membuat
surat permohonan khusus kepada PLN agar pasokan listrik tetap aman selama ujian
berlangsung. “Kami berupaya memastikan tidak ada gangguan teknis yang membuat
proses ujian terganggu,” demikian disampaikan pihak sekolah.
Tanggapan Siswa: Lebih Baik dari Tahun Lalu
Elkana D.A, siswa kelas XI Reguler 4, menilai
pelaksanaan CBT tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, perbaikan jaringan dan sistem membuat ujian terasa lebih lancar
meski belum sepenuhnya bebas hambatan.
“Dengan jumlah peserta hampir 2.000 dalam satu waktu,
wajar kalau sistem sesekali terkendala. Tapi dibanding tahun lalu, sekarang
jauh lebih baik,” ujarnya.
Langkah Maju Pendidikan Digital
Secara keseluruhan, penerapan CBT dalam PSTS kali ini mendapat respons positif dari siswa maupun guru. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, kecepatan penilaian, dan ketertiban ujian. Pihak sekolah berharap, ke depannya, perbaikan infrastruktur jaringan dan sistem dapat terus dilakukan agar pelaksanaan ujian semakin optimal. Dengan tantangan yang terus diperbaiki, SMA Plus PGRI Cibinong menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan era digital. (Helganisa Abyumi)
Komentar
Posting Komentar