SMA Plus PGRI Cibinong Tingkatkan Standar Pembelajaran StudentDay, Guru Didorong Lebih Kreatif dan Adaptif

SMA Plus PGRI Cibinong Tingkatkan Standar Pembelajaran StudentDay, Guru Didorong Lebih Kreatif dan Adaptif





CIBINONG, PEZATNEWS– SMA Plus PGRI Cibinong terus melakukan penyempurnaan Program Student Day dengan meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Penguatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam pembinaan pembina Student Day menjelang pelaksanaan tahun ajaran 2026/2027.


Kepala SMA Plus PGRI Cibinong, Dr. Iwan Cakrayana, S.T., S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan Student Day tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pilihan bidang yang tersedia, tetapi juga oleh kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa.


Menurutnya, perkembangan karakter peserta didik maupun orang tua saat ini menuntut sekolah untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Oleh karena itu, setiap pembina Student Day diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang profesional sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berkesan.


“Orang tua sekarang memiliki ekspektasi yang jauh lebih tinggi terhadap pelayanan sekolah. Karena itu, kualitas pembelajaran harus terus ditingkatkan agar manfaat Student Day benar-benar dirasakan oleh peserta didik,” ujarnya saat Workshop Guru Studentday, Sabtu (18/7).


Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka antara guru, sekolah, dan orang tua. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan, menurutnya, perlu segera dikomunikasikan sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.


Selain itu, seluruh pembina diminta memberikan pelayanan yang sama kepada setiap peserta didik, tanpa membedakan jumlah siswa pada masing-masing bidang Student Day.


Pembelajaran Praktik Harus Menyenangkan


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yanuar Hardi, S.Pd., S.Si., Gr., menjelaskan bahwa karakter pembelajaran Student Day berbeda dengan mata pelajaran reguler. Sekitar 70 persen kegiatan berlangsung dalam bentuk praktik sehingga guru dituntut mampu menghadirkan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.


Dijelaskannya, durasi pembelajaran selama tiga jam justru menjadi kesempatan bagi guru untuk mengeksplorasi berbagai metode belajar yang lebih variatif.


“Guru jangan hanya menggunakan metode yang sama di setiap pertemuan. Siswa membutuhkan pengalaman belajar yang berbeda agar tetap antusias mengikuti kegiatan,” katanya.


Ia mendorong pembina Student Day memanfaatkan pembelajaran berbasis proyek, praktik langsung, hingga kegiatan di luar kelas seperti kunjungan ke museum, industri kreatif, galeri seni, pusat teknologi, maupun lokasi edukatif lainnya yang relevan dengan bidang masing-masing.


Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata yang tidak diperoleh dalam pembelajaran di kelas reguler.


Guru Diminta Mengikuti Perkembangan Teknologi


Selain metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian sekolah. Seluruh pembina Student Day diminta mulai mengintegrasikan berbagai teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), ke dalam proses pembelajaran.


Menurutnya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga materi yang diberikan kepada peserta didik harus selalu mengikuti kebutuhan dunia saat ini.


“Anak-anak harus belajar dengan teknologi yang relevan. Guru tidak harus menjadi ahli teknologi, tetapi harus terbuka untuk memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pembelajaran,” jelasnya.


Disiplin dan Profesionalisme Pembina Diperkuat


Dalam kesempatan yang sama, sekolah juga menegaskan pentingnya kedisiplinan seluruh pembina Student Day, mulai dari ketepatan waktu mengajar hingga kelengkapan administrasi pembelajaran.


Sekolah berharap pembina dapat memanfaatkan waktu pembelajaran secara maksimal sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas selama mengikuti Student Day.


Selain kompetensi profesional, guru juga diharapkan memiliki kemampuan pedagogik yang mampu membangun komunikasi positif dengan peserta didik. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat karakter siswa dalam setiap kelas sangat beragam, mulai dari yang aktif, pendiam, hingga membutuhkan pendampingan lebih intensif.


“Penguatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. Jika ini konsisten dilakukan, sekolah optimistis StudentDay akan terus menjadi program unggulan yang tidak hanya mengembangkan minat dan bakat peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan pendidikan tinggi,” pungkasnya.  (Studentday Jurnalistik)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tampilkan Hasil Karya Terbaik Kader Bangsa, SMA Plus PGRI Cibinong Gelar Studentday Expo 2024

Expo Mini 2023 Jadi Ajang Pamer Bakat dan Keterampilan Siswa SMA Plus PGRI cibinong